Persipura Jayapura

Mutiara Hitam, Persipura Jayapura

Siapa yang tak kenal Boas Sollosa atau bintang masa depan Titus Bonai? Bagi pecinta bola tanah air, tentu saja dua nama tersebut sudah sangat akrab di telinga lantaran sepak terjang mereka di persepakbolaan tanah air yang bisa dibilang cukup mengesankan. Keduanya ini menjadi idola public bola nasional setelah mampu mengangkat performa tim garuda di ajang internasional. Yang masih segar dalam ngatan tentu saja bagaimana kecepatan serta insting mencetak gol yang dimiliki Tibo, panggilan akrab Titus Bonai di ajang Sea Games 2011 lalu. Gol – golnya selalu dinanti public sepakbola dalam negeri meski gagal meraih medali emas karena kalah dalam drama adu tendangan penalty melawan musuh bebuyutan, Malaysia.

Nama Boas Solossa dan Titus Bonai adalah contoh sederhana tentang bagaimana tim Persipura Jayapura mengasah bakat – bakat alam yang dimiliki tanah Papua. Persipura jayapura, klub sepakbola yang berada paling timur menjadi yang terkuat beberapa tahun belakangan. Mereka juga berhasil melahirkan pemain – pemain berbakat asli Papua. Tercatat nama – nama seperti Boas, Tibo, Ian Kabes, Emanuel Wanggai, Ortizan Solossa, Stevie Bonsapia sekaligus mantan kapten dan legenda hidup Persipura Eduard Ivak Dalam merupakan didikan asli klub yang bermarkas di stadion Mandala tersebut.

Persipura kini menjelma menjadi kekuatan yang sangat disegani di Indonesia. Pola permainan yang mereka terapkan, menurut beberapa kalangan diadopsi dari klub raksasa Inggris Arsenal. Mengandalkan umpan – umpan pendek mendatar serta pergerakan lincah para pemainnya, Persipura dinilai sebagai salah satu tim yang mampu menampilka permainan cantik. Selain itu, strategi permainan hasil racikan pelatih asal Brasil, Jacksen F. Thiago juga dinilai menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Persipura di kompetisi domestic. Kiprah tim berjuluk Mutiara Hitam di Asia juga tidak memalukan. Tercatat, kini tim asuhan Jacksen F. Tiago menempati peringkat 258 daftar klub – klub sepakbola terbaik di dunia. Posisi ini masih lebih baik ketimbang tim Premier League Inggris Everton, klub Liga Italia Serie-A Genoa serta tim La Liga Spanyol Osasuna yang masing – masing hanya berada di peringkat ke 260.

Persipura Jayapura musim depan akan kembali menjajal kerasnya atmosfer Liga Super Indonesia dan datang sebagai juara bertahan. Mereka juga mendapat jatah otomatis lolos ke kekompetisi Liga Champions Asia. Tim – tim lain siap menjadi ganjalan langkah Persipura yang tentu saja berambisi untuk mempertahankan gelar tersebut. Namun, tentu saja pelatih Jacksen F. Tiago telah bersiap diri untuk menghadapi. Dirinya bersama dengan manajemen telah berhasil mendatangkan beberapa pemain baru yang dianggap akan mampu membantu ambisi mempertahankan gelar yang dicanangkan tim Mutiara Hitam.  Kini, kita tunggu saja bagaimana kiprah tim Merah Hitam di kompetisi ISL musim ini.

 

Berita Klub Lain
PSM Makasar adalah ternyata klub tertua di Indonesia, dibentuk pada 2 November 1915 yang sebelumnya bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) bentukan dari orang-orang Belanda. Pada era itu PSM Makassar sangat disegani baik oleh klub-klub Indonesia maupun luar negeri.